Marak Lagi Tambang Emas Ilegal di Dharmasraya

- 23 Juni 2020, 16:05 WIB
Tim Gabungan Polres Dharmasraya lancarkan operasi sikat tambang rmas ilegal, empat pekerja diamankan, Jumat 19 Juni 2020 . (ek)

FIXPADANG.COM-Penambangan emas ilegal kembali marak di Kabupaten Dharmasraya. Aktifitas itu mulai diendus oleh Tim Gabungan Polres Dharmasraya.

Jumat 19 Juni 2020, Tim Gabungan melancarkan operasi dipimpin Kasat Reskrim Polres Dharmasraya AKP Suyanto. Hasilnya empat orang pekerja tambang emas ilegal diamankan.

Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah, melalui Kasat Reskrim AKP Suyanto menegaskan komitmen jajarannya menyikat tambang emas ilegal.

“Kita melakukan operasi terhadap aktifitas tambang emas ilegal di Durian Silago dan Durian Simpai Kecamatan Silago. Terus melanjutkan operasi di Jorong Aur Jaua Nagari Koto Padang Kecamatan Koto Baru,”ujar Suryanto kepada media.

Pada kegiatan itu, Tim Ganungan selain mengamankan empat orang pekerja tambang emas ilegal, juga amankan barang bukti bermacam peralatan untuk aktifiss tambang emas.

”Ada beberapa peralatan kita amankan sebagi barang bukti di lokasi tambang itu,”ujar AKP Suryanto.

Di antara barang bukti diamankan Tim Gabungn Polres Dharmasraya yakni; satu pipa paralon ukuran 5 inci, satu pipa spiral ukururan 5 inci, satu unit mesin tambang atau dompeng merk tianly ukukran 20PK, satu unit keong ukuran 6 inci, satu unit alat pemisah air cangkang, dua karpet warna hitam dan hijau, satu besi congoran, satu selang air dan satu dulang plastik warna hitam.


Empat pekerja tambang emas ilegal diamankan Tim Gabungan Polres Dharmasraya kata AKP Suryanto, SO umur 50 tahun, SPN umur 30 tahun, MZ umur 20 tahun dan SKM 38 tahun.

“Saat ini barang bukti dan pelaku kita amankan di Polres Dhramasraya, untuk pelaku kita bidik Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara,”ujar AKP Suryanto,

Pasal itu kata AKP Suryanto berbunyi setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.(ek)

Halaman:

Editor: Adrian


Komentar

Terkini

Lehar Tahanan Polda Meninggal Dunia

3 Juli 2020, 13:57 WIB

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X