KKN Unand untuk Sikat Covid-19 dan Stunting

- 27 Juni 2020, 13:23 WIB
Kepala Dinas PMD Sumbar Syafrizal apresiasi program KKN Kolaborasi Unand 2020, Sabtu 27 Juni 2020. (adr)

FIXPADANG.COM-Kuliah Kerja Nyata Universitas Andalas (KKN Unand) 2020 beda dari KKN sebelumnya.

Unand lebih mengarahkan KKN 2020 untuk menyikapi kondisi kekinian di Sumbar.

”Pandemi Covid-19 masih terjadi, mahasiswa KKN kita arahkan untuk mengedukasi masyarakat untuk memenangkan perang terhadap covid-19,”ujar Wakil Rektor Unand Insannul Kamil, Sabtu 27 Juni 2020.

Selain itu mahasiswa KKN Unand juga diharapkan berperan aktif memerangi stunting yang kasusnya cukup tinggi di Sumbar.

“Kita berharap mahasiswa KKN Unand punya andil membangun kesadaran masyarakat di nagari-nagari di Sumbar untuk perang covid-19 dan stunting,”ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa sumbar Syafrizal.

Selain itu mahasiswa harus bisa bergandengan tangan dengan pendamping desa memberdayakan masyarakat nagari.

“Kini ada dua aplikasi telah siap di setiap nagari dan desa yaitu e-HDW untuk pendataan stunting dan aplikasi Desa Melawan Covid (DMC). Jika aplikasi ini diinput dengan benar, maka kita akan dapat mengetahui secara real time update data stunting dan penanganan Covid-19,"ujar Syafrizal.

Selain membantu realisasi aplikasi, Syafrizal Ucok, mengatakan banyak lagi program pencegahan stunting dan menghentikan penyebaran Covid-19 yang bisa dilaksanakan di nagari dan desa oleh mahasiswa.

Apalagi KKN PPM (Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat) tahun 2020 ini lintas program studi, maka KKN Tematik 2020 juga dinamakan KKN Kolaborasi terutama di nagari-nagari lokus stunting.

“Kasus stunting di Sumbar terbanyak saat ini ada di empat kota dan kabupaten yaitu Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Kabupaten Solok dan Kabupaten Limapuluh Kota. Untuk KKN Kolaborasi yang dilaksanakan Unand tahun ini ada 82 nagari lokus stunting,”ujar Syafrizal.

Halaman:

Editor: Adrian


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X