Pelanggan Terpekik, Komunikasi Publik PLN Dinilai Berantakan

- 28 Juni 2020, 15:45 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina minta PLN perbaiki kualitas komunikasi publik kepala pelanggan, Minggu 28 Juni 2020 (adr)

FIXPADANG.COM-Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS Nevi Zuairina sebut PLN lemah mengelola komunikasi publik kepada pelanggan.

“Akibatnya pelanggan PLN terpekik begitu tagihan melonjak, sementara saat rapat Kamis 25 Juni 2020 dengan Komisi VI, PLN bilang sudah tiga tahun tidak ada kenaikan tarif,”ujar Nevi Zuairina Minggu 28 Juni 2020.

Padahal lonjakan tagihan tiba-tiba bikin rakyat terpekik, apalagi kondisi kehidupan rakyat dampak covid-19 belum pulih.

“Saya via whatsapp pernah komunikasi dengan PLN di pusat maupun di Sumbar untuk memperoleh keterangan detil tentang tagihan listrik PLN melonjak itu,”ujar Nevi.

Pihak PLN pada jawabannya ungkap politisi nasional PKS ini, tidak ada tarif listrik naik. “Sudah tiga tahun PLN tak menaikan tarif listrik, itu jawaban PLN kepada saya,”ujar Nevi.

Terus kok rakyat resah, pelanggan terpekik tagihannya naik. Ternyata keterangan PLN kepada Nevi Zuairina dampak di rumah saja dan work from home.

Dan tagihan Maret dan April, PLN gunakan angka rata-rata tagihan pelanggan. Petugas PLN tidak catat meter ke rumah karena pandemi covid-19. Ternyata angka rata-rata itu tidak sesuai pemakaian sebenarnya. Akibatnya bulan berikut terjadi pembengkakan rupiah tagihan.

“Jadi tidak ada tarif listrik naik, karena sesuai ketentuan PLN memang tidak boleh menaikan tarif listrik sendiri karena itu domain pemerintah sebagai regulator,”ujar Nevi Zuairina.

Artinya, adanya kepanikan pelanggan karena tagihan melonjak drastis akibat komunikasi publik PLN kepada pelanggan untuk menjelaskan berantakan.

“Berantakan karena pandemi covid-19 mungkin komunikasi publik mereka,”ujar Nevi Zuairina.

Halaman:

Editor: Adrian


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X